Kurkumin untuk Pengidap Thalassemia

Kurkumin untuk Pengidap Thalassemia

Kurkumin untuk Pengidap Thalassemia

Kurkumin untuk Pengidap Thalassemia 671 357 Nanodion

Kurkumin untuk Pengidap Thalassemia Mengandung Zat Besi

Kurkumin untuk Pengidap Thalassemia – Pada penderita Thalassemia, zat besi yang dikonsumsi oleh kita tidak dapat diserap oleh tubuh dengan baik. Zat besi seharusnya diserap oleh tubuh dan dirubah menjadi sel darah merah. Namun, dalam kasus ini zat besi tidak bisa diserap. Akhirnya, zat besi mengendap di organ tubuh lain seperti Liver atau Hati. Zat besi ini akhirnya menjadi radikal bebas. Lalu, zat besi yang menjadi radikal bebas ini dapat menyebabkan komplikasi hati.

Zat Besi pada Thalassemia

Photo: ist

 

Thalassemia adalah penyakit kelainan darah yang biasanya bersifat penyakit keturunan. Penyakit yang diakibatkan oleh faktor genetik ini menyebabkan protein yang berada didalam sel darah merah (hemoglobin) tidak dapat bekerja dengan maksimal. Sel darah merah (hemoglobin) sendiri berfungsi untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Penyakit Thalassemia memiliki gejala yang mirip seperti anemia. Penderitanya dapat merasakan gejala mudah lelah. Hal ini disebabkan penderita Thalassemia tidak memiliki jumlah sel darah merah (hemoglobin) yang cukup untuk disalurkan ke seluruh tubuh.

Meskipun penyakit ini tergolong langka didunia, Indonesia sendiri menempati salah satu negara dengan angka resiko tertinggi di dunia. Menurut badan kesehatan dunia WHO, 6 dari 10 orang di Indonesia memiliki gen penyebab Thalassemia.

Lalu bagaimana cara mengurangi zat besi yang berlebih?

Deferoxamine adalah obat untuk mengurangi zat besi yang berlebih. Obat Deferoxamin bekerja dengan cara mengikat zat besi yang mengendap. Setelah diikat, zat besi tersebut akan dibawa dan dibuang melalui air kencing atau urin.

Sayangnya, obat Deferoxamine memiliki efek samping. Efek samping obat ini terbilang cukup berat. Efek samping yang dapat dirasakan diantaranya; pusing di kepala, gatal atau ruam pada kulit, mati rasa atu perih pada tubuh, diare hingga mual. Efek samping inilah yang membuat beberapa peneliti mencoba mencari alternatif lain.

Pada jurnal yang diterbitkan tahun 2018. Para peneliti di Iran, melakukan penelitian pengobatan menggunakan curcumin. Tujuan dari penelitian ini adalah mengurangi zat besi yang berlebih pada penderita thalassemia.

Hasilnya, Zat kurkumin berhasil mengikat zat besi yang berlebih dengan baik. Dari sekitar 34 orang yang diteliti menggunakan kurkumin sebagai obat tambahan berhasil menurunkan kadar zat besi berlebih pada tubuh mereka.

Kurkumin juga dapat meningkatkan jumlah penyerapan zat besi. Oleh karena itu, tubuh dapat meningkatkan jumlah sel darah merah. Secara tidak langsung, Kurkumin dapat membantu mengurangi gejala Thalassemia.

Selain dari berbagai hasil baik bagi tubuh. Kurkumin juga tidak memilki efek samping. Hal ini dikarenakan sifat kurkumin sebagai herbal.

Nanocurcumin untuk pengurangan zat besi

Seperti yang sudah dijelaskan pada artikel Nanocurcumin solusi turunkan resiko kanker, Nanocurcumin dengan ukurannya yang sangat kecil dapat diserap tubuh dengan mudah. Oleh karena itu, Nanocurcumin dapat bekerja dengan cepat dalam tubuh manusia. Ditambah menurut jurnal tersebut, bentuk molekul yang kecil dapat menarik dan mengikat zat besi yang mengendap dengan baik.

 

Sumber: https://doi.org/10.1002/ptr.6118

Penulis: Sony Rafsanjani