Nanocurcumin Solusi untuk COVID-19

Nanocurcumin Solusi untuk COVID

Nanocurcumin Solusi untuk COVID-19

Nanocurcumin Solusi untuk COVID-19 1024 527 Nanodion

Nanocurcumin Solusi untuk COVID-19 – New normal kini, kebutuhan atas suplemen kesehatan sangatlah tinggi. Contohnya suplemen untuk peningkatan daya tahan tubuh dan regenerasi sel. Penelitian telah dilakukan untuk mencari solusi di new normal ini. Banyak metode dari berbagai bahan telah diteliti untuk menjadi solusi terbaru. Kunyit terpilih sebagai solusi new normal ini. Kunyit memiliki zat hebat bernama Curcumin.

Curcumin telah melalui riset oleh banyak peneliti. Hasil riset dari penelitian tersebut menunjukan bahwa Curcumin memiliki sejuta potensi kebaikan. Oleh karena itu banyak peneliti yang terus melakukan riset dan uji coba senyawa Kurkumin untuk berbagai kondisi dan penyakit seperti COVID-19.

Nanocurcumin Solusi untuk Bahaya COVID-19

Infeksi COVID-19 dapat menyebabkan kematian. COVID-19 merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan manusia. Tidak sampai disitu, penyakit ini juga bersifat menular dan bermutasi. Efek dari cepatnya penularan inilah yang memperparah kondisi ini. Kita sudah melihat puncak tingginya kasus COVID-19 per hari dan membuat fasilitas kesehatan kewalahan. 

COVID-19 dapat menyebabkan kematian. Tetapi, COVID-19 tidak selalu menjadi faktor utama terhadap kematian. Faktor lainnya adalah Komorbid. Komorbid bisa menjadi faktor tambahan yang menyebabkan kematian.

Komorbid sangat berbahaya bagi kalangan tua dan renta. Kalangan tua dan renta sudah menderita penyakit-penyakit lainya seperti diabetes, stroke, alzheimer dan lain sebagainya. Kalangan tersebut memerlukan perhatian khusus dan ketika mereka juga terinfeksi COVID-19, kondisi tubuh mereka akan semakin buruk. Pada akhirnya, hal ini dapat meningkatkan resiko kematian. 

Komorbid adalah salah satu ancaman yang menakutkan. Komorbid adalah riwayat penyakit yang diderita oleh seorang pasien. Komorbid dapat meningkatkan resiko kematian pada penderita COVID-19. Hal ini dikarenakan riwayat penyakit penderita telah menyerang sistem imun. Lalu ditambah serangan penyakit COVID-19. Itulah kenapa komorbid bisa berbahaya.

Kini ada varian virus baru, Omicron. Omicron dapat menyebar hingga 5x lebih cepat dibandingkan dengan varian sebelumnya, Delta. Tentunya kita masih ingat ramainya penderita COVID-19 di pertengahan tahun 2021 lalu. Dimana banyak penderita dan pasien COVID-19 yang tidak bisa mendapatkan kamar di rumah sakit. Banyak juga yang kesusahan untuk mencari bantuan kesehatan. Bahkan hingga terjadi kelangkaan pangan atau minuman tertentu. Hal ini dikhawatirkan memberikan lonjakan kasus yang tinggi dan memenuhi kamar rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang ada. 

Efek Nanocurcumin terhadap COVID-19

Pada awal masa pandemi, obat untuk COVID-19 bersifat repurposing drug. Obat tersebut berasal dari obat lain yang diubah tujuannya. Hal ini merupakan strategi yang bagus mengingat tidak adanya waktu yang cukup untuk pembuatan obat baru. Disisi lain, pengobatan yang dilakukan hanya sekedar untuk melawan gejala penyakitnya. Di masa pandemi ini, banyak peneliti yang mencari inovasi baru di bidang kesehatan.

Kini, banyak penelitian yang menguji coba Curcumin. Para peneliti ingin melihat efeknya terhadap penyakit COVID-19 ini. Fakta dalam penelitian menunjukan potensi yang sangat baik untuk melawan penyakit COVID-19. Lalu para peneliti berhasil melakukan inovasi dan terciptalah Nanocurcumin. Hasil dari penelitian tersebut menunjukan Nanocurcumin bekerja lebih baik dan cepat terhadap penyakit COVID-19 ini.

Inovasi Nanocurcumin dapat diserap dengan cepat. Hal ini disebabkan ukuranya yang sangat kecil. Ukuran yang kecil ini juga membuat Nanocurcumin dapat bekerja lebih efektif dibandingkan Curcumin dalam bentuk biasa. Terbukti, Nanocurcumin bisa bekerja lebih baik untuk peradangan dibandingkan Curcumin dalam ukuran biasanya. 

Terapi Adjuvan dengan Nanocurcumin. Terapi adjuvan ini berguna untuk menahan pergerakan Infeksi COVID-19. Nanocurcumin dapat bekerja sebagai antivirus COVID-19. Hal ini dapat menahan penyebaran infeksi SARS-CoV-2. Nanocurcumin bertindak sebagai pelindung sel-sel tubuh yang sehat dari serangan penyakit COVID-19 ini. Menurut penelitian pada 2019, Nanocurcumin berhasil menutupi jalan masuk dan menahan pergerakan infeksi COVID-19. Pada penelitian di tahun 2020, Nanocurcumin yang diberikan ke penderita COVID-19 berhasil meringankan gejala – gejala penyakitnya. 

Selain dapat melindungi tubuh dari infeksi lanjutan COVID-19, Nanocurcumin juga baik untuk diminum sehari – hari. Hal ini disebabkan Curcumin merupakan zat natural dapat diterima oleh tubuh dengan sangat baik. 

Sumber:

  1. Rattis, Bruna A., et al. “Curcumin as a Potential Treatment for Covid-19.” Frontiers in Pharmacology, vol. 12, 2021, https://doi.org/10.3389/fphar.2021.675287.
  2. https://www.generali.co.id/id/healthyliving/detail/586/apa-itu-komorbid-dan-apa-bahayanya-bagi-pasien-covid-19